Categories: Internasional

Forum Dekan FH Perguruan Tinggi Muhammadiyah Ramaikan ASEAN Conference of Law School di Malaysia

Laporan Sekretaris APSIH PTM, Dr. Noor Fatimah Mediawati dari Kuala Lumpur Malaysia

METROTODAY, KUALA LUMPUR – Forum Dekan (Fordek) Fakultas Hukum/Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (FH/STIH) dan Asosiasi Program Studi Ilmu Hukum (APSIH) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) berkolaborasi dalam ajang ASEAN Conference of Law School (ACLS) di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Senin (25/8).

Konferensi yang dihadiri akademisi dari berbagai negara ASEAN itu berlangsung hangat dengan menghadirkan sejumlah pakar hukum internasional.

Di antaranya adalah Prof. Dato’ Dr. Muhammad Taufik Mohd Noor, Prof. Dr. Vivian Louis Forbes (University of Western Australia), Prof. Dato’ Dr. Rahmat Mohammad (Aberystwyth Unissa Brunei & UITM), serta akademisi dari Indonesia seperti Assoc. Prof. Dr. AA Eko Widiarto (Universitas Brawijaya) dan Assoc. Prof. Dr. Faisal (Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara sekaligus Ketua Fordek PTM).

Beberapa topik menarik turut dibahas, seperti “The Existence of International Law and National Law in ASEAN Context” serta “Delimit, Cooperate, Arbitrate or Leave it to Future Lawyers.”

Selain diskusi utama, ACLS juga menampilkan oral presentation dari 10 akademisi APSIH PTM.

Dr. Lidya Shery Muis dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) membahas perlindungan paten terhadap akses obat esensial dengan menyoroti solusi hukum internasional lewat TRIPs Agreement.

Dr. Aby Maulana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta yang memaparkan isu korupsi dan asset forfeiture menekankan pentingnya pendekatan follow the money dalam penelusuran aset hasil tindak pidana.

“Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk benchmarking kurikulum,” kata Ketua APSIH PTM, Chrisna Bagus Edhitapraja.

Ia menyebut benchmarking penting dilakukan agar kurikulum APSIH PTM dapat dievaluasi sekaligus direkonstruksi dengan membandingkan praktik di Faculty of Syariah and Law USIM, khususnya terkait integrasi nilai-nilai syariah dalam pembelajaran.

Forum ini dihadiri perwakilan dari Fordek FH/STIH PTM, APSIH PTM, Universitas Brawijaya, USIM, UNM Malaysia, Unissa Brunei, University of Western Australia, hingga perwakilan diplomatik seperti Australian High Commission dan Kedutaan Rusia.

Para peserta ACLS sepakat menjalin kerja sama antaruniversitas dan lembaga.

“Keberlanjutan dan konsistensi jadi kunci agar kerja sama ini benar-benar meningkatkan value pembelajaran menuju kampus yang berdampak,” kata Sekretaris APSIH PTM, Dr. Noor Fatimah Mediawati.

Dengan terselenggaranya ACLS, diharapkan jaringan akademik hukum di kawasan ASEAN semakin kuat, sekaligus menjadi wadah kolaborasi strategis menghadapi tantangan hukum global. (Fatimah/Red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

1 hour ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

20 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

22 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

23 hours ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

23 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Ziarah dengan Paket Lengkap (2)

Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda,…

1 day ago

This website uses cookies.