“Sebagai staf pelatih, kami juga bekerja keras, tetapi prioritas utama tetap pemulihan pemain. Selama empat hari tersebut, kami tidak terlalu memikirkan aspek fisik atau memberikan beban latihan tambahan. Fokus kami hanya memastikan para pemain bisa memulihkan kondisi sebaik mungkin,” jelasnya.
Memasuki sesi latihan pertama pascalibur, Diogo melihat suasana tim lebih segar dan bermotivasi. Keberhasilan meraih trofi membawa energi positif tambahan.
“Ini merupakan sesi latihan pertama setelah libur. Saya melihat pemain datang dengan motivasi dan energi yang lebih baik. Kemenangan bersejarah yang kami raih sebelumnya juga memberikan energi positif bagi tim. Semangat seperti ini harus terus kami jaga untuk menghadapi sisa musim,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Anggota Komisi X DPR RI sekaligus pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani Prasetyo mengunjungi Gedung DPRD…
Mochammad Fadillah Akbar, mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya…
Ada cara berbeda untuk merayakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Surabaya. Pemerintah…
Warga dikejutkan adanya jenazah yang mengapung di perairan bawah Jembatan Suramadu, kawasan Tambak Wedi Lama,…
Situasi darurat bisa datang tiba-tiba. Dalam waktu singkat, relawan dapat menghadapi beragam kondisi korban, lokasi…
Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Ikatan Alumni ITS (IKA ITS), Eri Cahyadi, mengingatkan ribuan mahasiswa…
This website uses cookies.