Di kubu Uzbekistan, dalam sesi konferensi pers pascalaga, arsitek tim Uzbekistan sekaligus legenda tim nasional Italia, Fabio Cannavaro, mengungkapkan rasa bangganya terhadap performa spartan anak asuhnya meski sedikit kecewa dengan hasil akhir yang dianggapnya terlalu mencolok.
“Saya katakan kepada para pemain bahwa saya sangat bangga dengan apa yang mereka tampilkan. Tapi kekalahan 3-1 ini terlalu besar dan seperti tidak mencerminkan kerja keras kami di lapangan,” ujar Cannavaro.
Kemenangan atas Uzbekistan mengangkat derajat sementara Kolombia dalam rangka memuncaki Grup K, sementara Uzbekistan wajib bangkit untuk menjaga asa lolos ke fase gugur dari Grup K yang juga dihuni Portugal dan Republik Demokratik Kongo. (ezaar/mt)
Page: 1 2
Hari jadi Persebaya Surabaya yang ke-99 dirayakan dengan penuh suka cita oleh para suporter yang…
Drama emosional berbalut ketegangan tinggi tersaji pada laga perdana Grup L Piala Dunia 2026 di…
Sebuah rekaman video yang diduga memperlihatkan dua mahasiswa melakukan perbuatan asusila di dalam ruang kelas…
Timnas Inggris menelusuri jalan pembukanya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 4-2 atas Kroasia…
Pemkot Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek keselamatan dan pengamanan pada proyek pembangunan saluran…
Timnas Portugal harus puas berbagi angka setelahb ditahan imbang Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) dengan…
This website uses cookies.