Di kubu Uzbekistan, dalam sesi konferensi pers pascalaga, arsitek tim Uzbekistan sekaligus legenda tim nasional Italia, Fabio Cannavaro, mengungkapkan rasa bangganya terhadap performa spartan anak asuhnya meski sedikit kecewa dengan hasil akhir yang dianggapnya terlalu mencolok.
“Saya katakan kepada para pemain bahwa saya sangat bangga dengan apa yang mereka tampilkan. Tapi kekalahan 3-1 ini terlalu besar dan seperti tidak mencerminkan kerja keras kami di lapangan,” ujar Cannavaro.
Kemenangan atas Uzbekistan mengangkat derajat sementara Kolombia dalam rangka memuncaki Grup K, sementara Uzbekistan wajib bangkit untuk menjaga asa lolos ke fase gugur dari Grup K yang juga dihuni Portugal dan Republik Demokratik Kongo. (ezaar/mt)
Page: 1 2
Ribuan orang dari unsur pemerintah, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu…
Uji coba perlindungan sosial (perlinsos) digital, Perlinsos Digital di Surabaya menjadi bagian dari cetak biru…
Proses penyelamatan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Laut Jawa,…
Memahami realitas sosial tidak selalu harus dimulai dari penelitian lapangan. Bagi Rusydan Hadid, karya sastra…
Persebaya Surabaya menutup perjalanan fase Grup B Piala Presiden 2026 dengan catatan sempurna. Bajol Ijo…
Bupati Sidoarjo Subandi menindak tegas tempat penjualan minuman keras (miras) yang menyalahi ketentuan. Jumat (31/7/2026)…
This website uses cookies.