Categories: Fair Play

Euforia Berujung Tragedi: 2 Tewas dan 500 Ditangkap Saat Perayaan Kemenangan Bersejarah PSG

METROTODAY, PARIS – Euforia pecah di seluruh penjuru Paris setelah Paris Saint-Germain (PSG) meraih gelar Liga Champions pertamanya.

Namun, pesta kemenangan klub raksasa Prancis itu berubah menjadi malam penuh kekacauan yang menelan korban jiwa dan menyebabkan ratusan penangkapan.

Selebrasi meledak usai PSG menaklukkan lawannya di final Liga Champions yang digelar di Munich, Jerman, Sabtu malam waktu setempat (31/5).

Ribuan fans turun ke jalan-jalan utama Paris seperti Champs-Elysees dan sekitar Menara Eiffel, menyalakan kembang api, mengibarkan bendera PSG, dan berpesta hingga larut malam.

Sayangnya, kemeriahan itu memicu kerusuhan. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan bahwa dua orang meninggal dunia, salah satunya seorang remaja 17 tahun yang tewas ditikam di Dax, dan seorang pria 23 tahun tewas tertabrak kendaraan saat mengendarai skuter di pusat kota Paris.

Selain itu, 559 orang ditangkap, dan sedikitnya 192 lainnya terluka dalam berbagai insiden.

Kondisi semakin memanas dengan pembakaran kendaraan, perusakan halte bus, dan bentrokan hebat antara aparat keamanan dan massa.

Sebanyak lebih dari 200 kendaraan dilaporkan hangus terbakar, dan 22 aparat keamanan serta tujuh petugas pemadam kebakaran turut menjadi korban luka.

Salah satu petugas bahkan dikabarkan koma akibat wajahnya terkena ledakan kembang api.

Di markas PSG, Stadion Parc des Princes, sekitar 50 ribu penggemar memadati arena untuk menyaksikan kemenangan bersejarah ini melalui layar besar dalam acara nonton bareng.

Sebagai bentuk penghormatan atas kemenangan bersejarah tersebut, PSG akan menggelar parade juara pada Minggu waktu setempat di Champs-Elysees.

Sebanyak 5.400 personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga keamanan, memastikan perayaan tidak kembali berujung pada kekerasan.

Momen monumental bagi PSG ini seharusnya menjadi lambang kemenangan dan kebanggaan.

Namun, insiden yang terjadi mengingatkan bahwa euforia tanpa kendali bisa berakhir tragis. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

33 minutes ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

3 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

4 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

23 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.