Categories: Fair Play

Liga 1: Persebaya Akhiri Musim di Posisi Keempat, Musim Depan Berlaga di ASEAN Club Championship

METROTODAY, SURABAYA – Ambisi Persebaya Surabaya untuk berlaga di kompetisi level Asia tak kesampaian. Penyebabnya, mereka hanya mampu berada di posisi keempat klasemen akhir Liga 1 2024-2025.

Empat besar klasemen Liga 1 2024-2025 telah sepenuhnya terisi meski masih ada sejumlah laga di pekan terakhir Liga 1 musim ini. Empat tim itu pula yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional musim depan.

Pertandingan sepanjang Jumat (24/5) menentukan empat besar klasemen akhir Liga 1 dengan Persib tetap menjadi juaranya. Persib sudah dipastikan juara bahkan sejak laga pekan ke-31 kompetisi. Tanpa melihat pertandingan terakhir melawan Persis Solo, Sabtu (24/5/2025), Persib telah menjadi juara dengan 66 poin.

Posisi kedua pun tetap dipegang Dewa United. Kemenangan Dewa United 4-0 atas PSBS Biak memastikan tim yang bermarkas di Tangerang Selatan itu menjadi runner-up Liga 1 2024-2025. Skuad asuhan Jan Olde Riekerink finis dengan jumlah 61 poin dari 17 kali kemenangan, 10 imbang dan tujuh kali kalah. Atas hasil tersebut, Dewa United menjadi wakil Indonesia di ajang AFC Challenge League dengan tampil lebih dahulu di babak playoff.

Sementara itu, hasil imbang tanpa gol yang didapat Malut United saat bertamu ke Persija Jakarta memastikan Malut United di posisi ketiga klasemen akhir. Tim asuhan Imran Nahumarury itu menjadi tim promosi paling sukses dengan 57 poin dari 15 kali menang, 12 imbang dan tujuh kekalahan. Persebaya pun harus puas berada di posisi keempat setelah kalah 1-3 dari Bali United di kandang sendiri. Persebaya finis dengan 56 poin dari 15 kemenangan, 11 imbang dan delapan kali kalah.

Atas hasil ini, Malut United dan Persebaya dialokasikan untuk tampil di ajang ASEAN Club Championship 2025-2026 mendatang. Mengingat ini bukan kompetisi resmi, klub pun berhak menolak sehingga alokasi peserta akan diberikan pada klub lain. (*)

Klasemen Liga 1 (Hingga 23 Mei 2025)

 

 

Anton Hadiyanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

20 minutes ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

49 minutes ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

2 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

2 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

10 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

13 hours ago

This website uses cookies.