Categories: Fair Play

Kualifikasi Piala Dunia: Publik Soroti Beda Perlakuan Erick Thohir setelah Kekalahan Timnas Indonesia, Bandingkan dengan era Shin Tae-yong

METROTODAY, JAKARTA – Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutanbeabak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C. Hasil itu memicu reaksi beragam dari publik, terutama setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan dukungan penuh kepada pelatih Patrick Kluivert.

Di tengah kekecewaan yang mencoreng debut Kluivert bersama Skuad Garuda, Erick Thohir langsung menunjukkan sikap tegas. Dia memberikan dukungan penuh kepada para pemain.

Melalui unggahan di Instagram, ia menyampaikan pesan semangat untuk Timnas Indonesia.

“Saya tetap dukung Tim Nasional sepak bola Indonesia di saat kalah ataupun menang. Karena saya mencintai bangsa ini seutuhnya. Saya akan tetap kerja keras membangun Tim Nasional ini untuk menembus Piala Dunia. Kepada para pemain, tetap tegakkan kepala kalian. Peluang itu masih ada,” tulis Erick Thohir, disertai foto Maarten Paes dan Jay Idzes usai proses sumpah naturalisasi.

Menteri BUMN itu percaya bahwa kekalahan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Timnas Indonesia. Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memperbaiki performa tim sebelum menghadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (25/3).

Dengan dukungan penuh dari Erick Thohir, para pemain diharapkan tetap memiliki semangat juang tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi Merah Putih di laga berikutnya.

Namun, sikap ini justru memicu perbandingan. Banyak yang menyoroti perlakuan Erick kepada Shin Tae-yong. Warganet menilai bahwa saat Indonesia kalah melawan Tiongkok dan Jepang, respons yang diberikan tidak sehangat ini. Banyak yang merasa Shin Tae-yong mendapat tekanan lebih besar.

Kebanyakan dari mereka menyayangkan keputusan PSSI yang dianggap terlalu cepat memvonis STY. Belum lagi ungkapan ”kekalahan adalah proses pembelajaran”. Padahal, Indonesia sedang berada di tengah kompetisi dan berada di situasi yang genting. (*)

 

 

Anton Hadiyanto

Recent Posts

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

42 minutes ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

2 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

2 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

3 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

4 hours ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

4 hours ago

This website uses cookies.